Topik:
 

Apa Itu Session Hijacking?

Oleh: Hobon.id (25/02/2026)
Apa Itu Session Hijacking?Aplikasi web modern sangat bergantung pada sesi untuk menjaga otentikasi pengguna dan memberikan pengalaman penjelajahan yang lancar. Saat kita masuk ke website, identitas kita dipertahankan melalui mekanisme sesi yang memungkinkan server untuk mengenali kita di berbagai permintaan.

Namun, kemudahan ini disertai dengan risiko keamanan. Salah satu ancaman paling serius yang menargetkan sesi web adalah pembajakan sesi. Serangan ini memungkinkan pelaku jahat untuk mengambil kendali sesi pengguna yang sah, seringkali tanpa memerlukan nama pengguna atau kata sandi.

Di sini, kami akan membahas apa itu session hijacking atau pembajakan sesi, bagaimana cara kerjanya, berbagai jenis serangan, dan bagaimana developer dan pengguna dapat melindungi diri mereka sendiri.
Advertisement:

Memahami Sesi Web


Sebelum memahami session hijacking, penting untuk mengetahui cara kerja sesi web.

HTTP adalah protokol tanpa status, artinya setiap permintaan diperlakukan secara independen. Untuk menjaga otentikasi pengguna, website menggunakan pengidentifikasi sesi. Setelah masuk, server menghasilkan ID sesi unik dan mengirimkannya ke browser, biasanya disimpan dalam cookie.

Setiap permintaan selanjutnya akan menyertakan ID sesi ini, sehingga memungkinkan server untuk memverifikasi identitas pengguna. Selama ID sesi masih valid, pengguna tetap terautentikasi.

Session hijacking terjadi ketika penyerang mendapatkan akses ke ID sesi ini dan menggunakannya untuk menyamar sebagai pengguna.


Apa Itu Session Hijacking?


Session hijacking adalah serangan siber di mana penyerang mencuri atau memprediksi ID sesi yang valid untuk mendapatkan akses tidak sah ke aplikasi web.

Karena banyak sistem mengandalkan ID sesi daripada berulang kali meminta kredensial login, kepemilikan token sesi seringkali cukup untuk mengambil alih identitas pengguna.

Jenis serangan ini dapat menyebabkan akses tidak sah ke data sensitif, rekening keuangan, panel administrasi, atau informasi pribadi.

Session hijacking sangat berbahaya karena melewati mekanisme otentikasi tradisional.


Cara Kerja Session Hijacking


Session hijacking biasanya mengikuti proses yang terstruktur.

Pertama, penyerang mengidentifikasi pengguna target yang memiliki sesi aktif. Selanjutnya, mereka memperoleh ID sesi menggunakan berbagai teknik. Setelah token sesi diperoleh, penyerang memasukkannya ke dalam browser atau permintaan HTTP mereka sendiri.

Jika ID sesi masih valid dan tidak ada pemeriksaan keamanan tambahan yang dilakukan, server memperlakukan penyerang sebagai pengguna yang terotentikasi.

Serangan ini tidak memerlukan pengetahuan tentang kata sandi korban, sehingga sangat efektif terhadap sistem yang keamanannya lemah.


Metode Umum Session Hijacking


Ada beberapa metode yang digunakan penyerang untuk membajak sesi.

Salah satu teknik umum adalah penyadapan paket. Jika sebuah website menggunakan HTTP yang tidak terenkripsi dan bukan HTTPS, penyerang di jaringan yang sama dapat mencegat traffic dan menangkap cookie sesi.

Metode lain adalah cross-site scripting (XSS). Melalui kerentanan XSS, penyerang menyuntikkan skrip berbahaya ke halaman web yang dapat mengakses cookie dan mengirimkan ID sesi ke penyerang.

Session fixation adalah variasi lain. Dalam hal ini, penyerang memaksa korban untuk menggunakan ID sesi yang dikenal dan kemudian menunggu korban untuk masuk, dan mendapatkan akses setelahnya.

Serangan man-in-the-middle juga memungkinkan penyerang untuk mencegat komunikasi antara pengguna dan server, menangkap token sesi selama transmisi.


Risiko Nyata Session Hijacking


Konsekuensi dari session hijacking bisa sangat serius. Contohnya, pada platform perbankan online, penyerang dapat mentransfer dana atau mengakses informasi keuangan rahasia. Kemudian pada sistem e-commerce, mereka dapat melakukan pembelian tanpa izin. Demikian juga di dasbor administratif, penyerang dapat mengubah konfigurasi atau menghapus data penting. Bahkan akun media sosial pun dapat diretas, yang mengakibatkan pencurian identitas atau kerusakan reputasi. Dan yang paling berbahaya adalah bagi bisnis, session hijacking dapat mengakibatkan kerugian finansial, konsekuensi hukum, dan hilangnya kepercayaan pelanggan.


Peran Cookie dalam Session Hijacking


Sebagian besar sesi web bergantung pada cookie untuk menyimpan pengidentifikasi sesi. Browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox mengelola cookie ini secara otomatis. Jadi, jika cookie tidak dilindungi dengan benar, cookie dapat menjadi target penyerang.

Misalnya, tanpa atribut Secure, cookie dapat ditransmisikan melalui koneksi HTTP yang tidak terenkripsi. Tanpa atribut HttpOnly, JavaScript dapat mengakses cookie sesi, sehingga meningkatkan risiko serangan XSS.

Jadi, konfigurasi cookie yang tepat adalah salah satu pertahanan terpenting terhadap session hijacking.


Cara Mencegah Session Hijacking


Untuk mencegah session hijacking membutuhkan kombinasi praktik pengkodean yang aman dan konfigurasi server. Salah satunya adalah dengan menggunakan enkripsi HTTPS. HTTPS akan memastikan bahwa ID sesi dienkripsi selama transmisi, sehingga mencegah serangan penyadapan paket. Menerapkan flag HttpOnly dan Secure pada cookie juga akan menambahkan lapisan perlindungan lain. Demikian juga dengan membuat ulang ID sesi setelah login akan mencegah serangan fiksasi sesi.

Metode lainnya adalah dengan menetapkan batas waktu sesi yang singkat, sehingga akan mengurangi peluang bagi penyerang. Selain itu, penerapan otentikasi multi-faktor juga akan memberikan perlindungan ekstra, bahkan jika ID sesi disalahgunakan. Demikian juga dengan menerapkan firewall aplikasi web dan sistem deteksi intrusi juga dapat membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan.


Praktik Terbaik untuk Developer


Developer memainkan peran penting dalam mencegah session hijacking. Misalnya, developer harus memastikan bahwa semua halaman yang terkait dengan otentikasi menggunakan HTTPS. Dan ID sesi juga harus tidak dapat diprediksi dan dihasilkan menggunakan algoritma acak yang aman. Dan yang paling penting adalah aplikasi harus membatalkan sesi saat logout dan menghapus data sesi di sisi server. Demikian juga dengan engujian keamanan secara berkala, termasuk pengujian penetrasi dan pemindaian kerentanan, dapat membantu mengidentifikasi kelemahan sebelum penyerang mengeksploitasinya.

Dengan mengikuti praktik pengembangan yang aman, developer secara signifikan akan mengurangi risiko pembajakan sesi.


Apa yang Dapat Dilakukan Pengguna untuk Tetap Aman


Pengguna juga memiliki tanggung jawab dalam melindungi sesi mereka. Contohnya adalah dengan menghindari menggunakan Wi-Fi publik untuk transaksi sensitif kecuali menggunakan VPN tepercaya. Langkah lainnya adalah dengan selalu logout dari website setelah menyelesaikan tugas penting. Memperbarui browser juga perlu dilakukan agar mendapatkan manfaat dari patch keamanan terbaru. Dan yang terakhir, berhati-hatilah terhadap tautan atau website mencurigakan yang mungkin berisi skrip berbahaya.

Jadi, meskipun pengguna tidak dapat mengontrol keamanan sisi server, mereka dapat meminimalkan paparan terhadap vektor serangan umum.


Masa Depan Keamanan Sesi


Seiring berkembangnya ancaman keamanan siber, teknik manajemen sesi terus meningkat. Salah satu contoh adalah kerangka kerja modern telah menggabungkan sistem otentikasi berbasis token seperti JSON Web Tokens (JWT) untuk meningkatkan keamanan. Browser juga telah menerapkan kebijakan cookie yang lebih ketat, termasuk atribut SameSite yang membatasi penggunaan cookie lintas situs. Standar keamanan terus diperbarui untuk mengatasi kerentanan yang muncul.

Terlepas dari kemajuan ini, session hijacking tetap menjadi ancaman yang signifikan, terutama pada aplikasi yang dikonfigurasi dengan buruk.
Advertisement:
Jadi, session hijacking adalah ancaman keamanan siber serius yang mengeksploitasi kelemahan dalam sistem manajemen sesi. Dengan mencuri atau memprediksi ID sesi, penyerang dapat memperoleh akses tidak sah tanpa mengetahui kata sandi pengguna.

Memahami cara kerja pembajakan sesi sangat penting bagi seorang developer dan pengguna. Menerapkan HTTPS, mengamankan cookie, menghasilkan ulang ID sesi, dan mengikuti praktik keamanan terbaik dapat secara signifikan mengurangi risiko.

Seiring terus berkembangnya aplikasi web, keamanan sesi yang kuat tetap menjadi komponen penting dalam melindungi data sensitif dan menjaga kepercayaan pengguna di dunia digital.
Artikel Terkait: