Topik:
 

Panduan Menginstal PrestaShop di Server Lokal

Oleh: Hobon.id (24/02/2026)
Panduan Menginstal PrestaShop di Server LokalJika kita berencana membangun toko online, menguji dan mengembangkannya secara lokal sebelum diluncurkan adalah salah satu keputusan paling cerdas yang dapat kita buat. Menginstal PrestaShop di server lokal memungkinkan kita bereksperimen dengan tema, modul, dan kode kustom tanpa memengaruhi website yang sedang berjalan.

Instalasi lokal menyediakan environment pengembangan yang aman di mana kita dapat menguji pembaruan, mengkonfigurasi pengaturan, dan mendesain toko kita sebelum men-deploy-nya ke hosting asli. Dalam panduan komprehensif ini, kita akan mempelajari cara menginstal PrestaShop di server lokal langkah demi langkah, termasuk menyiapkan environment server, membuat database, menjalankan penginstal, dan menyelesaikan masalah umum.
Advertisement:

Mengapa Menginstal PrestaShop di Server Lokal?


Sebelum membahas langkah-langkah teknis, penting untuk memahami mengapa pengaturan server lokal bermanfaat.

Server lokal memungkinkan kita menjalankan environment server web langsung di komputer kita. Ini berarti website kita beroperasi secara offline, hanya dapat diakses dari perangkat kita. Developer menggunakan pengaturan ini untuk pengujian, debugging, kustomisasi, dan optimasi kinerja sebelum mendorong perubahan ke server langsung.

Dengan menginstal PrestaShop secara lokal, kita menghindari risiko seperti merusak toko asli, mengekspos fitur yang belum selesai kepada pelanggan, atau mengalami waktu henti selama pengembangan.


Persyaratan Sistem untuk PrestaShop


Sebelum menginstal PrestaShop, mesin lokal kita harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.

PrestaShop biasanya membutuhkan:

Server web seperti Apache atau Nginx

PHP (versi yang kompatibel dengan rilis PrestaShop kita)

Database MySQL atau MariaDB

Alokasi memori yang cukup untuk PHP


Cara termudah untuk memenuhi persyaratan ini di Windows atau macOS adalah dengan menginstal paket server lokal seperti XAMPP. Alternatif lain termasuk MAMP untuk macOS atau WAMP untuk Windows.

Kali ini, kita akan menggunakan WAMP Server sebagai contoh karena WAMP Server menggabungkan Apache, MySQL, dan PHP ke dalam satu paket instalasi.
Untuk panduan instalasi WAMP Server, silahkan kunjungi halaman ini: Panduan Instalasi dan Konfigurasi WAMP Server

Jika environment server lokal kita telah siap, kita dapat memastikan Apache berfungsi dengan mengunjungi http://localhost/ di browser kita.


Langkah 1: Unduh Versi Terbaru PrestaShop


Selanjutnya, unduh versi terbaru PrestaShop dari website resminya. Untuk pengguna Windows, kami menganjurkan untuk mengunduh Prestashop versi 8 untuk menghindari permasalahan kompatibilitas yang mungkin akan terjadi di web server dengan sistem operasional Windows.

Setelah mengunduh file ZIP, ekstrak file tersebut. Di dalam folder yang diekstrak, kita akan menemukan file instalasi PrestaShop.

Salin folder PrestaShop yang telah diekstrak ke direktori htdocs di dalam folder instalasi WAMP. Path umumnya adalah: C:wamp64www

Ubah nama folder menjadi sesuatu yang sederhana, misalnya prestashop.

Sekarang file PrestaShop kita sudah dapat diakses secara lokal di:

http://localhost/prestashop


Langkah 3: Membuat Database untuk PrestaShop


PrestaShop membutuhkan database MySQL untuk menyimpan produk, pelanggan, dan data konfigurasi.

Buka browser dan kunjungi: http://localhost/phpmyadmin atau buka aplikasi phpmyadmin dari menu tray web server.
Klik “Baru” untuk membuat database baru. Masukkan nama database, misalnya prestashop_db, dan pilih kolasi default (biasanya utf8mb4_general_ci). Kemudian klik “Buat.”

Kita tidak perlu membuat tabel secara manual. Installer PrestaShop akan menanganinya secara otomatis.


Langkah 4: Jalankan Panduan Instalasi PrestaShop


Sekarang navigasikan ke:

http://localhost/prestashop

Panduan instalasi PrestaShop akan dimulai secara otomatis.

Pertama, pilih bahasa yang akan kita gunakan. Kemudian lanjutkan melalui langkah-langkah instalasi:

Kita perlu menerima perjanjian lisensi sebelum melanjutkan. Pemeriksaan kompatibilitas sistem akan memverifikasi bahwa server kita memenuhi persyaratan teknis. Jika semuanya dikonfigurasi dengan benar, semua indikator akan berwarna hijau.

Untuk pengguna Windows, biasanya akan timbul masalah pengaturan SSL. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan fungsi phpinfo() untuk melihat pengaturan OpenSSL. OpenSSL default config biasanya akan berada di C:\Apache24\conf\/openssl.cnf. Pertama, buat folder C:\Apache24\conf\. Selanjutnya, copy file openssl.cnf dari direktori web server (XAMPP atau WAMP) dan letakkan di folder tadi, yaitu C:\Apache24\conf\. Supaya pengaturan yang baru berjalan, restart web server.

Selanjutnya, masukkan informasi toko kita, termasuk nama toko, negara, dan detail akun administrator.

Pada saat pengisian konten toko, kita akan diminta untuk memilih apakah pada saat instalasi akan menyertakan contoh produk di toko kita atau tidak. Jika kita masih dalam tahap belajar menggunakan Prestashop, sebaiknya kita memilih untuk menyertakan contoh produk untuk memudahkan kita untuk mempelajari fitur Prestashop.

Kemudian kita juga akan diberikan pilihan apakah akan memasang semua modul yang tersedia atau kita memilih modul yang sesuai dengan kebutuhan kita. Pada proses instalasi, memasang semua modul memang direkomendasikan. Jika kita masih baru dalam menggunakan Prestashop sebaiknya kita memasang semua modul, karena selanjutnya kita bisa menghapus modul-modul yang kita tidak perlukan.

Saat diminta untuk konfigurasi database, masukkan yang berikut:

Server database: localhost atau 127.0.0.1

Nama Database: prestashop

User Database: root

Kata sandi Database: biarkan kosong (default untuk XAMPP dan WAMP Server)


Klik “Uji koneksi database Anda.” Jika berhasil, lanjutkan dengan instalasi.

Penginstal sekarang akan membuat tabel database dan mengkonfigurasi toko kita. Ini mungkin memakan waktu beberapa menit.


Langkah 5: Konfigurasi Akhir dan Keamanan


Setelah instalasi selesai, PrestaShop akan meminta kita untuk menghapus folder “install” karena alasan keamanan.

Buka:

C:\wamp64\www\prestashop

Hapus folder install secara manual.

Selain itu, PrestaShop mungkin secara otomatis mengganti nama folder admin kita menjadi sesuatu yang unik untuk alasan keamanan. Catat nama folder baru ini, karena kita akan menggunakannya untuk mengakses panel admin.

Untuk mengakses dasbor admin, buka:

http://localhost/prestashop/adminXXXX

Ganti “adminXXXX” dengan nama folder admin yang telah diganti sesuai dengan keinginan kita.


Mengakses Toko Lokal Kita


Toko depan kita (toko yang berinteraksi langsung dengan pelanggan) tersedia di:

http://localhost/prestashop

Panel admin (kantor belakang) kita tersedia di direktori admin yang telah diubah namanya.

Dari dasbor, kita dapat mulai menambahkan produk, menginstal tema, mengkonfigurasi metode pembayaran, dan menyesuaikan toko kita.


Masalah Instalasi Umum dan Pemecahan Masalah


Terkadang, instalasi mungkin tidak berjalan lancar. Masalah umum meliputi konflik port, terutama jika Apache gagal dimulai. Ini sering terjadi karena aplikasi lain, seperti Skype, menggunakan port 80.

Kita dapat mengatasi ini dengan mengubah port Apache di pengaturan konfigurasi web server yang kita gunakan.

Masalah lain mungkin melibatkan kompatibilitas versi PHP. Jika PrestaShop menunjukkan kesalahan kompatibilitas, verifikasi bahwa versi PHP kita sesuai dengan versi yang direkomendasikan untuk rilis PrestaShop yang kita gunakan.

Kesalahan batas memori juga dapat terjadi. Kita dapat meningkatkan batas memori PHP dengan mengedit file php.ini di dalam instalasi web server kita.


Keuntungan Pengembangan Lokal dengan PrestaShop


Menginstal PrestaShop di server lokal memberi kita kendali penuh atas pengembangan. Kita dapat dengan aman menguji modul, bereksperimen dengan tema khusus, dan men-debug kode tanpa memengaruhi pelanggan sebenarnya.

Ini juga akan meningkatkan kecepatan pengembangan karena perubahan dimuat secara instan tanpa bergantung pada konektivitas internet. Setelah toko kita siap, kita dapat memigrasikannya ke server yang sesungguhnya.


Memindahkan dari Localhost ke Server Sesungguhnya


Setelah menyelesaikan pengembangan, kita dapat memigrasikan toko PrestaShop lokal kita ke penyedia hosting sesungguhnya. Ini biasanya melibatkan ekspor database, mengunggah file melalui FTP, dan memperbarui pengaturan konfigurasi seperti kredensial database dan URL domain.

Migrasi yang tepat akan memastikan bahwa website toko kita berfungsi identik di server sesungguhnya.
Advertisement:
Jadi, menginstal PrestaShop di server lokal merupakan langkah penting bagi developer dan pemilik toko yang ingin membangun dan menguji website eCommerce mereka dengan aman. Dengan menggunakan alat seperti XAMPP, WAMP dan web serve lainnya, kita dapat membuat lingkungan pengembangan lengkap di komputer kita tanpa perlu membeli hosting yang sesungguhnya.

Panduan ini untuk menginstal PrestaShop di server lokal mencakup semuanya, mulai dari pengaturan Apache dan MySQL hingga konfigurasi database dan menjalankan wizard instalasi. Dengan lingkungan lokal yang dikonfigurasi dengan benar, kita dapat dengan percaya diri mendesain, menyesuaikan, dan mengoptimalkan toko online kita sebelum meluncurkannya ke publik.
Artikel Terkait: