Topik:
 

UMKM: Pakai Website Marketplace atau Website Sendiri?

Oleh: Hobon (03/07/2023)
UMKM: Pakai Website Marketplace atau Website Sendiri?Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam ekonomi global. Di era digital saat ini, eksistensi online yang kuat sangat penting untuk kesuksesan dan pertumbuhan UMKM. Salah satu keputusan yang sering dihadapi UMKM adalah menggunakan website marketplace atau membangun website sendiri. Kedua opsi tersebut memiliki pro dan kontra, dan memilih pendekatan yang tepat bergantung pada berbagai faktor. Pada artikel ini, kita akan membahas keuntungan dan kerugian menggunakan website marketplace versus memiliki website sendiri untuk UMKM.

Menggunakan Website Marketplace:

Website marketplace adalah platform online yang menghubungkan pembeli dan penjual, memungkinkan terjadinya transaksi. Contoh website marketplace populer termasuk Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan website marketplace untuk UMKM:
Advertisement:
Keuntungan:

  1. Basis Pelanggan Terbentuk: Website Marketplace memiliki basis pelanggan besar yang sudah ada, memberi UMKM akses instan ke kumpulan besar pelanggan potensial. Ini dapat menghemat waktu dan tenaga dalam membangun kesadaran merek dan memperoleh pelanggan dari awal.


  2. Visibilitas Merek: Dengan mencantumkan produk atau layanan di website marketplace, UMKM dapat memperoleh manfaat dari reputasi dan visibilitas platform yang mapan. Pelanggan secara aktif mencari produk di platform ini, meningkatkan peluang keterpaparan dan penjualan.


  3. Infrastruktur dan Dukungan: Website Marketplace menyediakan infrastruktur dan alat yang diperlukan untuk melakukan transaksi e-commerce. Infrastruktur ini menangani pemrosesan pembayaran, dukungan pelanggan, dan logistik, mengurangi beban UMKM dan memungkinkan mereka untuk fokus pada aktivitas bisnis inti mereka.


  4. Kepercayaan dan Kredibilitas: Pelanggan sering mempercayai website marketplace terkenal karena reputasinya, kebijakan perlindungan pembeli, dan ulasan pelanggan. UMKM dapat memanfaatkan kepercayaan ini untuk meningkatkan kredibilitas mereka dan mendapatkan kepercayaan pembeli potensial.


  5. Penghematan Biaya: Menyiapkan toko di website marketplace seringkali lebih hemat biaya daripada membangun dan memelihara website e-commerce Anda sendiri. UMKM dapat menghindari biaya di muka yang terkait dengan pengembangan website, hosting, dan keamanan.


Kekurangan:

  1. Kontrol Merek Terbatas: Menggunakan website marketplace berarti bahwa UMKM memiliki kontrol terbatas atas identitas merek dan pengalaman pelanggan mereka. Mereka harus sesuai dengan pedoman, template, dan batasan platform, membatasi opsi penyesuaian.


  2. Meningkatnya Persaingan: Website Marketplace menghosting banyak penjual, membuat persaingan menjadi sengit. UMKM mungkin merasa sulit untuk menonjol di antara pesaing dan membedakan produk atau layanan mereka hanya berdasarkan harga atau daftar produk.


  3. Ketergantungan pada Platform: Hanya mengandalkan website marketplace berarti UMKM tunduk pada kebijakan platform, perubahan algoritme, dan potensi kenaikan biaya. Mereka memiliki sedikit kendali atas keputusan platform dan mungkin menghadapi tantangan jika kebijakan atau kondisi berubah.


  4. Biaya dan Komisi Transaksi: Sebagian besar website marketplace membebankan biaya atau komisi untuk setiap transaksi atau daftar produk. Meskipun struktur biaya ini mungkin nyaman pada awalnya, namun dapat bertambah seiring waktu dan berdampak pada margin keuntungan bagi UMKM.


Memiliki Website Sendiri:

Membangun dan memelihara website Anda sendiri memberi UMKM kontrol dan fleksibilitas yang lebih besar. Berikut kelebihan dan kekurangan memiliki website sendiri:

Keuntungan:

  1. Kontrol dan Kustomisasi Merek: Memiliki website Anda sendiri memungkinkan kontrol penuh atas identitas merek, pengalaman pengguna, dan desain Anda. UMKM dapat membuat website yang unik dan disesuaikan yang mencerminkan nilai merek mereka dan memamerkan produk atau layanan mereka secara efektif.


  2. Hubungan Pelanggan Langsung: Dengan website Anda sendiri, UMKM dapat menjalin hubungan langsung dengan pelanggan. Mereka memiliki kendali atas data pelanggan, saluran komunikasi, dan dapat membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.


  3. Fleksibilitas dan Skalabilitas: Website Anda sendiri menawarkan fleksibilitas dalam hal rangkaian produk, strategi penetapan harga, dan kampanye pemasaran. UMKM dapat menyesuaikan dan memutar strategi mereka berdasarkan permintaan pasar dan preferensi pelanggan. Selain itu, seiring pertumbuhan bisnis, website dapat diskalakan untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas dan transaksi.


  4. Search Engine Optimization (SEO): Mengoptimalkan website Anda untuk mesin pencari dapat mendorong kunjungan organik dan meningkatkan visibilitas dalam hasil mesin pencari. UMKM dapat menerapkan strategi SEO untuk menarik pengunjung tertarget dan meningkatkan kemungkinan konversi.


  5. Efisiensi Biaya dalam Jangka Panjang: Meskipun membangun dan memelihara website memerlukan investasi awal, biaya jangka panjang bisa lebih hemat biaya daripada hanya mengandalkan website marketplace. UMKM dapat menghindari pembayaran biaya transaksi atau komisi pada setiap penjualan dan berpotensi membangun aset yang menambah nilai bisnis.


Kekurangan:

  1. Investasi Awal dan Keahlian Teknis: Membangun dan meluncurkan website memerlukan investasi awal dalam pengembangan website, hosting, dan pemeliharaan berkelanjutan. UMKM mungkin perlu mempekerjakan profesional atau memperoleh keterampilan teknis untuk mengelola dan mengoptimalkan website secara efektif.


  2. Pemasaran dan Penciptaan Kunjungan: Tidak seperti website marketplace dengan basis pelanggan yang mapan, UMKM perlu berinvestasi dalam upaya pemasaran untuk mengarahkan kunjungan ke marketplace mereka. Ini termasuk menerapkan strategi pemasaran digital seperti pemasaran mesin pencari, iklan media sosial, pemasaran konten, dan kampanye email.


  3. Keamanan dan Pemeliharaan: UMKM bertanggung jawab untuk memastikan keamanan dan pemeliharaan website mereka. Ini termasuk menerapkan langkah-langkah keamanan, pembaruan rutin, pencadangan, dan mengatasi masalah teknis dengan segera. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan waktu henti, data yang disusupi, atau pengalaman pengguna yang buruk.


  4. Membangun Kepercayaan dan Kredibilitas: UMKM mungkin menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan pelanggan potensial yang tidak mengenal merek mereka. Mereka perlu berinvestasi dalam membangun eksistensi online yang memiliki reputasi baik, menerapkan sinyal kepercayaan seperti ulasan pelanggan, opsi pembayaran yang aman, dan kebijakan pengembalian yang jelas.
Advertisement:
Kesimpulan:

Memilih antara website marketplace dan memiliki website Anda sendiri bergantung pada berbagai faktor, termasuk sasaran bisnis, target audiens, sumber daya, dan lanskap kompetitif Anda. Kedua opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Website Marketplace menyediakan akses langsung ke basis pelanggan yang besar, infrastruktur yang mapan, dan visibilitas merek, tetapi hadir dengan kontrol merek yang terbatas dan persaingan yang meningkat. Di sisi lain, memiliki website sendiri menawarkan lebih banyak kontrol, fleksibilitas, dan skalabilitas, tetapi memerlukan investasi awal dan upaya berkelanjutan dalam pemasaran, keamanan, dan pemeliharaan.

Dalam banyak kasus, kombinasi dari kedua pendekatan tersebut dapat bermanfaat. UMKM dapat memulai dengan memanfaatkan website marketplace untuk mendapatkan daya tarik awal, paparan merek, dan menghasilkan penjualan. Secara bersamaan, mereka dapat berinvestasi dalam membangun website mereka sendiri untuk menjalin hubungan langsung dengan pelanggan, meningkatkan identitas merek mereka, dan mengontrol kehadiran online mereka.

Pada akhirnya, keputusan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh atas kebutuhan bisnis, target audiens, anggaran, dan tujuan pertumbuhan jangka panjang Anda.
Artikel Terkait: