Topik:
 

Apa itu Digital Public Relation?

Oleh: Hobon.id (08/07/2025)
Apa itu Digital Public Relation?Digital Public Relation (PR Digital) adalah evolusi modern dari hubungan masyarakat tradisional, yang dirancang khusus untuk dunia digital. PR Digital mencakup penggunaan platform dan alat online yang strategis untuk membangun, mengelola, dan mempertahankan reputasi, visibilitas, dan otoritas suatu merek. Sementara PR tradisional mungkin berfokus pada pengamanan spot TV atau artikel surat kabar, PR Digital berfokus pada upaya untuk ditampilkan di website berotoritas tinggi, blog, podcast, media sosial, dan mesin pencari.

Pada intinya, PR Digital memadukan elemen SEO (Search Engine Optimization), pemasaran konten, penjangkauan influencer, dan manajemen reputasi online. PR Digital berupaya untuk menghasilkan buzz online, menciptakan koneksi digital yang bermakna, dan mendorong kunjungan, kredibilitas, dan backlink, yang semuanya berkontribusi pada visibilitas dan keterlibatan yang lebih baik di ruang digital.
Advertisement:

Evolusi dari PR Tradisional ke Digital


Di masa lalu, hubungan masyarakat sangat bergantung pada hubungan dengan jurnalis, siaran pers, dan liputan media offline. Kini, internet telah memperluas kemungkinan tersebut sepuluh kali lipat. Dengan jutaan publikasi digital, influencer, blogger, YouTuber, dan podcaster, dunia media tidak lagi terbatas pada media cetak dan TV.

PR digital mengadaptasi strategi PR tradisional ke lingkungan online. Alih-alih menyampaikan cerita kepada editor surat kabar, para profesional PR kini menyampaikan cerita kepada editor online, blogger, atau influencer. Alih-alih mengandalkan angka sirkulasi, mereka mempertimbangkan metrik seperti otoritas domain, share sosial, kualitas backlink, dan jangkauan organik.

PR digital juga menjadi lebih berbasis data, yang memungkinkan para profesional melacak kinerja secara real time, mengukur dampak melalui metrik SEO, dan menyesuaikan kampanye berdasarkan analitik, sesuatu yang sulit dilakukan oleh PR tradisional.


Sasaran dan Tujuan PR Digital


Sasaran utama PR Digital adalah untuk meningkatkan kehadiran dan kredibilitas merek secara online. Namun, sasarannya dapat mencakup beberapa area, tergantung pada sasaran bisnis, yaitu:

1. Kesadaran Merek


Mendapatkan penyebutan atau fitur dalam publikasi online yang bereputasi baik akan memaparkan merek kepada konsumen baru dan memperkuat kehadirannya di ruang digital. Kesadaran ini sering kali menghasilkan peningkatan kunjungan dan keterlibatan langsung.

2. Peringkat Mesin Pencari


PR Digital bekerja sama dengan SEO. Mendapatkan backlink dari website yang berwibawa untuk meningkatkan otoritas domain website, yang akan meningkatkan peluangnya untuk mendapat peringkat lebih tinggi di mesin pencari seperti Google.

3. Kepemimpinan Pemikiran


Menerbitkan artikel yang berwawasan, kutipan ahli, dan komentar dalam publikasi online dapat menjadikan pemimpin perusahaan sebagai pemimpin pemikiran industri. Hal ini akan membangun kepercayaan dan pengaruh dalam industri yang kompetitif.

4. Manajemen Krisis


Pada saat terjadi kontroversi atau kesalahan langkah merek, PR Digital dapat membantu mengendalikan narasi online. Merespons secara strategis di media sosial, menerbitkan pernyataan resmi, dan menghasilkan cerita positif yang dapat menangkal pemberitaan negatif.

5. Trafik dan Prospek


Kampanye PR digital yang efektif tidak hanya meningkatkan reputasi, tetapi juga menghasilkan trafik website. Melalui liputan yang menarik dan penempatan tautan, upaya ini dapat menghasilkan lebih banyak prospek dan konversi.


Saluran Utama yang Digunakan dalam PR Digital


Tidak seperti PR tradisional, yang berkisar pada surat kabar, majalah, radio, dan TV, PR Digital memanfaatkan berbagai saluran daring, seperti:

1. Publikasi dan Blog Online


Mendapatkan penyebutan, posting tamu, dan wawancara di outlet media digital yang bereputasi baik akan membantu meningkatkan otoritas dan jangkauan. Situs seperti Forbes, Entrepreneur, atau blog industri khusus memiliki nilai dan pengaruh SEO yang signifikan.

2. Pemasaran Influencer


Bermitra dengan influencer, baik mereka YouTuber, kreator Instagram, atau pemimpin pemikiran LinkedIn, akan membantu merek menjangkau audiens yang ditargetkan dengan cara yang autentik. Kolaborasi ini dapat berupa ulasan, testimonial, atau konten bersponsor.

3. Platform Media Sosial


Media sosial memainkan peran ganda dalam PR Digital—bertindak sebagai saluran distribusi untuk konten pers dan sebagai alat komunikasi langsung dengan audiens. Kampanye viral, pernyataan merek, dan bahkan keterlibatan pelanggan termasuk dalam domain ini.

4. Podcast dan Webinar


Berpartisipasi dalam atau menyelenggarakan podcast dan webinar memungkinkan merek untuk berbagi keahlian mereka dan terhubung dengan audiens khusus. Saluran ini juga menawarkan peluang backlink dan konten yang hebat.

5. Siaran Pers Online


Meskipun pendekatannya lebih tradisional, siaran pers digital yang didistribusikan melalui layanan seperti PR Newswire atau Business Wire masih dapat menjangkau jurnalis online dan menghasilkan penyebutan dan tautan online.


Bagaimana PR Digital Mendukung SEO


Salah satu keuntungan terbesar PR Digital adalah sinerginya dengan SEO. Backlink berkualitas tinggi dari website yang memiliki reputasi baik merupakan faktor peringkat yang penting bagi mesin pencari. PR Digital memperoleh tautan ini secara organik dengan membuat konten yang layak diberitakan atau dibagikan. Misalnya, kampanye PR yang dijalankan dengan baik dapat membuat suatu merek disebutkan di outlet berita dengan kunjungan tinggi dengan backlink ke website-nya. Hal ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memberi sinyal kepada mesin pencari bahwa website tersebut dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik. Selain itu, PR Digital dapat membantu mengoptimalkan hasil pencarian bermerek. Dengan mengisi halaman pertama Google dengan penyebutan positif, posting blog, dan wawancara, hal ini membantu mengelola reputasi dan visibilitas merek untuk kata kunci bermerek.


Mengukur Dampak PR Digital


Salah satu keuntungan utama PR Digital dibanding PR tradisional adalah keterukurannya. Kita tidak perlu lagi menebak-nebak apakah suatu kampanye berhasil, karena dapat melacak data yang sebenarnya. Berikut ini adalah cara umum para profesional mengukur keberhasilan:

Backlink yang Diperoleh: Jumlah dan kualitas backlink dari kampanye PR digital.

Kunjungan Rujukan: Seberapa banyak kunjungan yang berasal dari publikasi atau platform.

Sebutan Merek: Seberapa sering merek disebutkan secara online.

Peningkatan Otoritas Domain: Peningkatan otoritas website karena backlink berkualitas tinggi.

Peringkat Mesin Pencari: Pertumbuhan posisi kata kunci karena pembangunan tautan PR.

Bagian Sosial dan Keterlibatan: Viralitas dan jangkauan di media sosial.

Konversi: Prospek, penjualan, atau pendaftaran yang dihasilkan dari liputan PR.


Dengan menggunakan alat seperti Google Analytics, Ahrefs, SEMrush, dan Brand24, para profesional PR dapat menghasilkan laporan terperinci tentang kinerja kampanye.
Advertisement:
Jadi, Digital Public Relation lebih dari sekadar liputan pers, tetapi ini adalah pendekatan multifaset untuk membangun otoritas merek, meningkatkan peringkat pencarian, dan membentuk reputasi online. Di dunia di mana pengguna sering meneliti merek secara online sebelum terlibat, PR Digital memastikan merek kita tampak kredibel, terlihat, dan dapat dipercaya. Ini bukan lagi sekadar dilihat di surat kabar, tetapi ini tentang dilihat dalam pencarian Google, dibagikan di media sosial, ditautkan oleh blogger, dan dibicarakan dalam podcast. Ketika diintegrasikan dengan strategi konten, SEO, dan pemasaran influencer, PR Digital menjadi mesin yang kuat untuk kesuksesan digital jangka panjang.
Artikel Terkait: